Senin, 23 April 2012

Teknik sipil UMY gelar lomba jembatan stick es cream

Jembatan sejatinya berfungsi sebagai sarana dan prasarana transportasi, namun saat ini telah menjadi bagian dari obyek wisata. Salah satunya dapat kita jumpai pada jembatan Suramadu di Surabaya. Tanpa megurangi kekuatan dari struktur jembatan tersebut, penambahan nilai estetika jembatan membuat wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Untuk itu melakukan inovasi dan menunagkan ide kreatifitas dalam membangun jempbatan juga diperlukan.

Atas dasar tersebut maka Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HMS-UMY) menyelenggarakan Lomba Desain Miniatur Jembatan Stick 2012 antar pelajar SMA/SMK/MA dengan tema “Strong Bridge With Natural Material”. Hal ini disampaikan Lukmanul Hakim pantia penyelenggara saat ditemui di Kampus Terpadu UMY (12/4). Lomba tersebut akan diselenggarakan pada  sabtu-minggu (5/6).

Menurut Lukmanul penyelenggaraan lomba ini bertujuan untuk menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh pelajar khususnya dalam bidang konstruksi bangunan. “Selain itu kegiatan ini juga dapat memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mengembagkan kreatifitas mereka dalam merancang dan mendesain sebuah jembatan” ujarnya.

Lukmanul menjelaskan, pendaftaran lomba ini akan dimulai pada 1 April sampai dengan 3 Mei dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.80.000 per tim yang terdiri dari tiga siswa/i. “Bahan dasar dalam pembuatan jembatan yaitu stick ice cream akan disediakan oleh panitia sebanyak 200 buah dan meja dengan ukuran 70×70 cm” jelasnya.

“Peserta harus membuat jembatan dengan ukuran panjang 60 cm dan lebar 12 cm dengan tinggi maksimum 20 cm. selain itu jembatan harus diserta lantai dengan lebar minimum 8 cm dan wajib menyediakan ruang pada tengah bentang jembatan sebagai tempat pengujian beban serta tidak diperkenankan terdapat titik simpul pada tengah jembatan dengan ukuran alas minimal 5 cm” tandasnya.

Lebih lanjut Lukmanul menambahkan bahwa dalam penilaian ini dewan juri akan memberikan kriteria tersendiri atas karya yang telah dibuat. “adapun kriteria penilaian yang akan didiberikan pada karya mereka yaitu estetika 30%, rancangan desain 20%, presentasi 10%, Lendutan 25% dan pelaksanaan 15%” tambahnya. (sakti)

Jembatan sejatinya berfungsi sebagai sarana dan prasarana transportasi, namun saat ini telah menjadi bagian dari obyek wisata. Salah satunya dapat kita jumpai pada jembatan Suramadu di Surabaya. Tanpa megurangi kekuatan dari struktur jembatan tersebut, penambahan nilai estetika jembatan membuat wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Untuk itu melakukan inovasi dan menunagkan ide kreatifitas dalam membangun jempbatan juga diperlukan.

Atas dasar tersebut maka Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (HMS-UMY) menyelenggarakan Lomba Desain Miniatur Jembatan Stick 2012 antar pelajar SMA/SMK/MA dengan tema “Strong Bridge With Natural Material”. Hal ini disampaikan Lukmanul Hakim pantia penyelenggara saat ditemui di Kampus Terpadu UMY (12/4). Lomba tersebut akan diselenggarakan pada  sabtu-minggu (5/6).

Menurut Lukmanul penyelenggaraan lomba ini bertujuan untuk menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh pelajar khususnya dalam bidang konstruksi bangunan. “Selain itu kegiatan ini juga dapat memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mengembagkan kreatifitas mereka dalam merancang dan mendesain sebuah jembatan” ujarnya.

Lukmanul menjelaskan, pendaftaran lomba ini akan dimulai pada 1 April sampai dengan 3 Mei dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.80.000 per tim yang terdiri dari tiga siswa/i. “Bahan dasar dalam pembuatan jembatan yaitu stick ice cream akan disediakan oleh panitia sebanyak 200 buah dan meja dengan ukuran 70×70 cm” jelasnya.

“Peserta harus membuat jembatan dengan ukuran panjang 60 cm dan lebar 12 cm dengan tinggi maksimum 20 cm. selain itu jembatan harus diserta lantai dengan lebar minimum 8 cm dan wajib menyediakan ruang pada tengah bentang jembatan sebagai tempat pengujian beban serta tidak diperkenankan terdapat titik simpul pada tengah jembatan dengan ukuran alas minimal 5 cm” tandasnya.

Lebih lanjut Lukmanul menambahkan bahwa dalam penilaian ini dewan juri akan memberikan kriteria tersendiri atas karya yang telah dibuat. “adapun kriteria penilaian yang akan didiberikan pada karya mereka yaitu estetika 30%, rancangan desain 20%, presentasi 10%, Lendutan 25% dan pelaksanaan 15%” tambahnya. (sakti)

PIMNAS XXV

 

Teknik sipil UMY ( Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ) berhasil meloloskan 4 proposal dari 8 proposal dalam  PKM(Program kreatifitas Mahasiswa)2012 , kini mahasiswa Tekink sipil UMY bersiap -siap untuk melaksanakan dan berusaha lolos ke PIMNAS XXV  (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) itu merupakan sebuah ajang kompetisi karya kreatif mahasiswa Diploma dan S1 tingkat nasional yang diadakan oleh Dikti, dimana dalam ajang ini akan bertanding bermacam mahasiswa, dari bermacam jurusan, dan bermacam penjuru Indonesia. Jadi bisa dibilang ini adalah ajang paling bergengsinya para mahasiswa. Di ajang ini Mahasiswa bisa bersaing dengan mahasiswa se-Indonesia dan keeksisan universitas kamu teruji di ajang ini.

suatu kebanggaan sebagai  Mahasiswa UMY, karena PIMNAS kali ini UMY (universitas Muhammadiyah Yogyakarta ) sebagai tuan Rumah Dalam  PIMNAS XXV ini..

semoga UMY lebih Muda Mendunia dalam usianya yang ke 31 ini

-------------------------------------------------------------------------------------------

bersambung ...............

Minggu, 27 November 2011

uji daktalitas aspal

dalam pengujian daktalitas aspal ada beberapa langkah untuk mengujinya yaitu:

 

1. panaskan aspal  kira-kira sampai mencari

2. letakan aspal ke cetakan daktalitas

3. diamkan selama 1-1,5 jam di water bath

4. pasangkan aspal yang di cetak tadi di mesin daktalitas

5. lakukan pengujian dengan mengamati hasil tarikak mesin ..

kemudian amati aspal hingga putus  dan tidak boleh melebihi 100cm  dan catat hasil  pengujian dan catat berat dan waktunya...

bersambung....

Sabtu, 26 November 2011

disain jembatan pejalan kaki

bismillahirrohmanirrohim

dalam pelaksanaan mendisai jembatan kita harus mengikuti beberapa tahapan

1. material

material yang di gunakan harus di tentukan secara jelas  dalam mendisain

ketentuan mendisain

a. jembatan harus lebih tinggi dari tiang lampu taman yang ada di tengah

b. lebih tinggi dari  jenis kendaraan yang akan lewat

 

2. elevasi tinggi jembatan

elevasi sangat penting di karnakan menyangkut beban yang akan di topang dan jenis beben yang akan di tumpu

3. star/mulai jalan

pembuatan jalan untuk pejalan kaki harus di mulai dari setelah trotoar ,agar tidak menggangu si pejalan kaki

4. dimensi lebar jembatan

kita harus memper hitungkan dimensi jembatan juga karena ,, menyangkut dengan kenyamanan pejalan kaki..

kaidah lebar minimal jembatan

65= orang tak bawa apa2

75-85= orang bawa barang

5. kemiringan tangga harus di perhatikan  untuk orang cacat juga...

bersambung...

 

 

jembatan kukar di sungai mahakam runtuh 4 mobil masuk sungai 3 orang tewas

ak kurang dari 3 orang tewas saat Jembatan Kutai Kartanegara runtuh. Puluhan orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Selain itu beberapa unit mobil jatuh ke sungai dan tenggelam.

"Kerugian materil 4 unit mobil tenggelam," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) DR Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).

Tak hanya itu, data sementara yang dikumpulkan BNPB, 6 orang tukang/petugas tercebur (hilang) sesaat setelah runtuhnya jembatan. Maklum, sebelum runtuh para petugas tengah memperbaiki jembatan yang melintang di atas Sungai Mahakam tersebut. Nah, selama perbaikan jembatan, lalu lintas di jembatan tersebut tidak ditutup.

"Selama perbaikan jembatan tidak ditutup, sehingga dengan lalu lintas yang ada tidak kuat dan ambrol tadi siang," sambung Sutopo.

Disampaikan Sutopo, perbaikan yang dilakukan di jembatan yang menghubungkan Kota Tenggarong dengan Tenggarong Seberang adalah pengencangan-pengenduran baut. Tiba-tiba saja tali putus dan secara berantai tali jembatan yang lain juga putus. Runtuhnya jembatan terjadi hanya dalam waktu 30 detik.

"Untuk mengetahui kepastian penyebab runtuhnya jembatan BNPB telah meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan audit teknologi pada jembatan tersebut," kata Sutopo.

Jembatan Mahakam membentang antara Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Jembatan tersebut merupakan salah satu penghubung penting jalur lintas darat Samarinda dengan Balikpapan, Kalimantan Timur. Peristiwa runtuhnya jembatan ini terjadi pada 16.20 WITA

 

sumber

http://www.detiknews.com/read/2011/11/26/200222/1776367/10/jembatan-kukar-runtuh-4-mobil-tenggelam?9922022

Kamis, 24 November 2011

sejarah kabupaten pringsewu

Prengsewu adalah kabutan baru ,Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan (tiuh) yang bernama Margakaya pada tahun 1738 Masehi, yang dihuni masyarakat asli suku Lampung-Pubian yang berada di tepi aliran sungai Way Tebu (4 km dari pusat Kota Pringsewu ke arah selatan saat ini).

Selanjutnya, 187 tahun berikutnya yakni pada tahun 1925 sekelompok masyarakat dari Pulau Jawa, melalui program kolonisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, juga membuka areal permukiman baru dengan membabat hutan bambu yang cukup lebat di sekitar tiuh Margakaya tersebut. Karena begitu banyaknya pohon bambu di hutan yang mereka buka tersebut, oleh masyarakat desa yang baru dibuka tersebut dinamakan Pringsewu, yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu.

Saat ini daerah yang dahulunya hutan bambu tersebut telah menjelma menjadi sebuahkotayang cukup maju dan ramai di Provinsi Lampung, yakni yang sekarang dikenal sebagai ‘Pringsewu’ yang saat ini juga merupakan salah satukotaterbesar di Provinsi Lampung.

Kabupaten Pringsewu mempunyai luas wilayah 625 km2, berpenduduk 377.857 jiwa (data 2011) terdiri dari 195.400 laki–laki dan 182.457 perempuan. Kabupaten Pringsewu terdiri dari 96 pekon (desa) dan 5 kelurahan, yang tersebar di 8 kecamatan, yaitu Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Gadingrejo, Sukoharjo, Ambarawa, Adiluwih, dan Kecamatan Banyumas.

Dari segi luas wilayah, Kabupaten Pringsewu saat ini merupakan kabupaten terkecil, sekaligus terpadat di Provinsi Lampung.
 

 

 

 

Prengsewu adalah kabutan baru ,Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu dari 14 daerah otonom kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Sejarah Pringsewu diawali dengan berdirinya sebuah perkampungan (tiuh) yang bernama Margakaya pada tahun 1738 Masehi, yang dihuni masyarakat asli suku Lampung-Pubian yang berada di tepi aliran sungai Way Tebu (4 km dari pusat Kota Pringsewu ke arah selatan saat ini).

Selanjutnya, 187 tahun berikutnya yakni pada tahun 1925 sekelompok masyarakat dari Pulau Jawa, melalui program kolonisasi oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, juga membuka areal permukiman baru dengan membabat hutan bambu yang cukup lebat di sekitar tiuh Margakaya tersebut. Karena begitu banyaknya pohon bambu di hutan yang mereka buka tersebut, oleh masyarakat desa yang baru dibuka tersebut dinamakan Pringsewu, yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya Bambu Seribu.

Saat ini daerah yang dahulunya hutan bambu tersebut telah menjelma menjadi sebuahkotayang cukup maju dan ramai di Provinsi Lampung, yakni yang sekarang dikenal sebagai ‘Pringsewu’ yang saat ini juga merupakan salah satukotaterbesar di Provinsi Lampung.

Kabupaten Pringsewu mempunyai luas wilayah 625 km2, berpenduduk 377.857 jiwa (data 2011) terdiri dari 195.400 laki–laki dan 182.457 perempuan. Kabupaten Pringsewu terdiri dari 96 pekon (desa) dan 5 kelurahan, yang tersebar di 8 kecamatan, yaitu Kecamatan Pringsewu, Pagelaran, Pardasuka, Gadingrejo, Sukoharjo, Ambarawa, Adiluwih, dan Kecamatan Banyumas.

Dari segi luas wilayah, Kabupaten Pringsewu saat ini merupakan kabupaten terkecil, sekaligus terpadat di Provinsi Lampung.